Logo The Papbunsky Journey The Papbunsky Journey Travel · Taste · Together

Street Food Penang: Peta Halal George Town

Oleh Pap & Bun · 24 Maret 2026 · 3 menit baca · 📍 Penang, Malaysia

Street Food Penang: Peta Halal George Town

Penang punya reputasi yang rumit di kalangan pemburu kuliner halal: dia ibu kota kuliner Malaysia yang tak terbantahkan, sekaligus banyak kedai hawker paling legendarisnya tidak halal. Dua-duanya benar. Maka kami menghabiskan tiga hari yang rakus di George Town untuk menyusun peta yang dulu kami harap disodorkan seseorang ke kami.

Aturan Satu: Ikuti Kedai Mamak dan Melayu

Kancah kuliner George Town menganyam tradisi Melayu, India-Muslim (mamak), dan Tionghoa. Dua yang pertama adalah jalur amanmu; untuk yang ketiga, cari versi muslim dari hidangan klasiknya — hampir semuanya ada, dan warga lokal akan menunjukkan arahnya kalau ditanya. Orang Penang menanggapi pertanyaan makanan dengan keseriusan orang lain menanggapi arah rumah sakit.

Nasi Kandar: Acara Utama

Penang adalah kampung halaman nasi kandar — nasi yang dibanjiri ("banjir") kuah-kuah kari berlapis dari tradisi India-Muslim berumur lebih dari seabad. Kedai-kedai legendarisnya punya antrean jam 2 pagi dan perdebatan soal dekade mana masa puncaknya.

Cara pesannya: nasi, ayam ros atau ayam goreng, bendi, telur asin, lalu angguk saat abangnya bilang "banjir?" Selalu angguk saat ditawari banjir.

Pap menempatkan piring terbaik kami di lima besar makanan terenak yang pernah dia makan di mana pun — pernyataan berat dari laki-laki yang pernah dibelikan wagyu Tokyo di blog ini.

Malam di Padang Kota

Food court di Padang Kota Lama (esplanade dekat benteng) adalah jawaban tunggal paling aman di George Town — deretan kios Melayu, angin laut termasuk:

  • Pasembur — salad gorengan seafood bersaus ubi manis yang harusnya tidak masuk akal, dan ternyata masuk akal.
  • Mee goreng mamak — mi gosong wajan, tajam asam-cabainya.
  • Ikan bakar — pari atau kembung di atas arang, sambal di atasnya.
  • Cendol dan ais kacang untuk penutup: es serut, gula melaka, santan, kebahagiaan instan.

Di Antara Jam Makan: Jalan Kaki Mural

Kamu tidak bisa cuma makan (sudah kami uji). Kawasan inti UNESCO George Town bisa dijelajahi kaki dalam putaran-putaran kecil melewati mural-mural terkenal — anak-anak di sepeda, bocah di motor — plus rumah klan dan deretan ruko tua. Masjid Kapitan Keling menjadi jangkar kota tuanya dengan anggun, dan salat Jumat di bawah kubah-kubah Indo-Moorish itu jadi salah satu momen terbaik perjalanan ini, berdiri sendiri.

Peta Praktisnya

  • Basecamp: di mana pun dalam zona UNESCO; semua yang di atas bisa dicapai jalan kaki atau Grab lima menit.
  • Waktu: nasi kandar untuk sarapan-siang, mural di jam teduh, Padang Kota mulai sore.
  • Budget: kami tidak pernah menembus RM60 per orang per hari untuk makanan, dan kami sudah berusaha.

Penang menuntut sedikit lebih banyak ketelitian daripada KL — dan membayarnya dengan salah satu street food halal terbaik di Asia. Datanglah lapar, banyak bertanya, dan angguk saat ditawari banjir.

Bagikan WhatsApp X Facebook

Ditulis oleh Pap & Bun

Suami istri yang menjelajah peta sambil terus mencari yang halal. Satu tukang rencana, satu tukang foto, dua-duanya suka pesan berlebihan.

Tentang kami →

Lanjut jalan-jalan