Sistem Masuk-Keluar Baru Eropa Picu Penundaan Parah bagi Wisatawan
Jumat, 17 Juli 2026 · 12.03 WIB
Sistem Masuk-Keluar (EES) baru di Eropa dilaporkan menyebabkan penundaan perjalanan yang parah bagi para pengunjung, membuat banyak di antaranya kehilangan penerbangan lanjutan. Maskapai-maskapai Eropa telah mendesak Uni Eropa untuk menunda implementasi sistem ini hingga masalah teknis teratasi. Laporan mengenai gangguan ini muncul pada 15 Juli 2026.
Sistem EES dirancang untuk merekam data masuk dan keluar warga negara non-Uni Eropa secara otomatis, menggantikan stempel paspor manual. Namun, penerapannya justru menciptakan antrean panjang di titik-titik masuk, terutama di bandara-bandara utama Eropa.
Akibat antrean yang tidak terduga, banyak wisatawan, termasuk mereka yang memiliki penerbangan lanjutan, terpaksa tertahan dan melewatkan jadwal keberangkatan berikutnya. Kondisi ini memicu keluhan luas dari para pelancong dan operator penerbangan.
Menanggapi kekacauan ini, beberapa maskapai penerbangan Eropa telah secara resmi meminta Uni Eropa untuk menangguhkan program EES. Mereka berharap penundaan ini akan memberikan waktu bagi pihak berwenang untuk menyempurnakan sistem dan mengatasi masalah teknis yang ada.
Bagi traveler Indonesia yang berencana mengunjungi Eropa dalam waktu dekat, berita ini menjadi peringatan penting. Disarankan untuk mengalokasikan waktu lebih banyak di bandara dan titik masuk, serta memantau perkembangan kebijakan imigrasi Eropa. Perencanaan perjalanan yang matang menjadi kunci untuk menghindari potensi kendala akibat sistem baru ini.
Berita lainnya
-
17 Juli 2026 · Global
Promo Tiket Pesawat Internasional di Travel Fair CIMB Niaga Cathay
-
16 Juli 2026 · Asia
Jepang Terapkan Pajak Keberangkatan Tiga Kali Lipat Mulai 1 Juli 2026
-
16 Juli 2026 · Asia
Vietnam Pangkas Masa Bebas Visa WNI Menjadi 14 Hari Mulai 15 Juli
-
16 Juli 2026 · Global
Enam Negara Naikkan Biaya Visa, Vietnam Pangkas Bebas Visa untuk WNI
-
15 Juli 2026 · Asia
TransNusa Buka Rute Langsung Bali-Phuket Mulai September 2026