Logo The Papbunsky Journey The Papbunsky Journey Travel · Taste · Together
← Semua berita
Indonesia

Pariwisata Fest 2026 Resmi Dibuka di Samarinda, Soroti Agenda Digital dan AI

Sabtu, 26 September 2026 · 12.27 WIB

Ilustrasi: Pariwisata Fest 2026 Resmi Dibuka di Samarinda, Soroti Agenda Digital dan AI
Ilustrasi. Bukan foto peristiwa yang diberitakan.

Samarinda, Kalimantan Timur, menjadi tuan rumah Pariwisata Fest 2026 yang dibuka pada Jumat, 25 September 2026. Acara ini berlangsung selama sepuluh hari sampai 4 Oktober 2026 di Atrium Mal Lembuswana. Festival ini merupakan bagian dari peringatan Hari Pariwisata Dunia yang jatuh setiap 27 September, dengan fokus pada agenda digital dan kecerdasan buatan dalam pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, menyatakan bahwa rangkaian kegiatan ini tidak hanya terpusat pada mini expo. Sebelumnya, pada Jumat pagi, Dinas Pariwisata provinsi dan kabupaten/kota se-Kalimantan Timur serentak melakukan aksi bersih-bersih di 11 destinasi wisata.

Agenda selanjutnya meliputi Mahakam Mask Carnival atau pawai topeng pada Minggu, 27 September 2026, yang melibatkan 20 paguyuban seni budaya dan 15 grup drumband. Harapannya, acara ini dapat berkembang menjadi 1.001 topeng Nusantara pada tahun berikutnya. Rangkaian kegiatan juga mencakup Gowes Wisata di Tenggarong pada 3 Oktober, serta konser Slank di Sangatta yang sekaligus meluncurkan tagar #keKaltimaja.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalimantan Timur, Aji Fitra Firnanda, mengapresiasi pelaksanaan Pariwisata Fest 2026 ini. Seluruh rangkaian acara disebut digelar tanpa menggunakan anggaran APBD. Kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan Kalimantan Timur untuk memperkuat transformasi ekonomi dari sektor ekstraktif menuju ekonomi kreatif.

Bagi para wisatawan Indonesia, Pariwisata Fest 2026 menawarkan kesempatan untuk menjelajahi kekayaan budaya dan destinasi di Kalimantan Timur. Berbagai acara yang diselenggarakan, dari pameran hingga karnaval dan konser musik, memberikan pilihan hiburan dan pengalaman yang beragam. Inisiatif tanpa APBD ini juga menunjukkan komitmen daerah dalam mengembangkan pariwisata secara mandiri dan berkelanjutan.

Berita lainnya