Logo The Papbunsky Journey The Papbunsky Journey Travel · Taste · Together
← Semua berita
Timur Tengah

Konflik AS-Iran Picu Pembatalan Penerbangan ke Timur Tengah, Belasan Maskapai Terdampak

Senin, 20 Juli 2026 · 12.46 WIB

Ilustrasi: Konflik AS-Iran Picu Pembatalan Penerbangan ke Timur Tengah, Belasan Maskapai Terdampak
Ilustrasi. Bukan foto peristiwa yang diberitakan.

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas telah berdampak signifikan pada sektor penerbangan internasional. Sejumlah maskapai dunia memutuskan untuk membatalkan atau menangguhkan layanan penerbangan menuju beberapa negara di kawasan Timur Tengah. Situasi keamanan yang memburuk memaksa penyesuaian jadwal demi menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat.

Menurut laporan Kompas.com pada 20 Juli 2026, gangguan paling terasa terjadi pada penerbangan menuju dan dari Kuwait. Namun, maskapai internasional lain juga memperpanjang penghentian layanan ke beberapa kota di Timur Tengah. Serangan rudal dan drone Iran pada Jumat, 17 Juli 2026, menyasar fasilitas strategis di Kuwait, Qatar, Oman, Bahrain, Yordania, hingga pangkalan militer AS di Suriah.

Beberapa maskapai yang menangguhkan atau membatasi layanan meliputi Air Astana untuk rute Uni Emirat Arab, Air Canada ke Dubai dan Tel Aviv, airBaltic ke Dubai, serta Air France ke Riyadh, Dubai, dan Beirut. British Airways, Cathay Pacific, KLM, Japan Airlines, Lufthansa, Norwegian, Pegasus Airlines, dan Virgin Atlantic juga melakukan pembatalan atau penangguhan rute ke berbagai kota seperti Dubai, Doha, Abu Dhabi, Kuwait, dan Tel Aviv.

Departemen Luar Negeri AS pada 17 Juli 2026, telah memperbarui peringatan perjalanan bagi warganya yang berada atau berencana bepergian ke Timur Tengah. Maskapai Emirates mengimbau seluruh penumpang yang akan berangkat dari Dubai selama musim liburan untuk datang ke bandara minimal tiga jam sebelum keberangkatan guna mengantisipasi antrean padat.

Bagi para pelancong Indonesia, eskalasi konflik ini berarti perlu kehati-hatian ekstra saat merencanakan perjalanan ke atau melalui Timur Tengah. Penting untuk selalu memantau status penerbangan langsung dari maskapai dan mempertimbangkan kembali rencana perjalanan yang tidak mendesak ke wilayah tersebut. Wisatawan disarankan untuk mencari rute alternatif atau menunda perjalanan demi keamanan.

Berita lainnya