Logo The Papbunsky Journey The Papbunsky Journey Travel · Taste · Together
← Semua berita
Indonesia

BMKG: Delapan Bandara Ditutup Akibat Abu Krakatau, Ribuan Penerbangan Terdampak

Rabu, 9 September 2026 · 12.35 WIB

Ilustrasi: BMKG: Delapan Bandara Ditutup Akibat Abu Krakatau, Ribuan Penerbangan Terdampak
Ilustrasi. Bukan foto peristiwa yang diberitakan.

Operasional delapan bandar udara di Pulau Jawa dan Sumatra ditutup sementara sejak Senin, 7 September 2026, menyusul peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). Sebaran abu vulkanik yang mencapai ketinggian 15.000 kaki (4,57 kilometer) mengancam keselamatan penerbangan. BMKG terus memantau dinamika abu vulkanik dan potensi bahaya bencana secara nonstop.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Penutupan bandara merupakan langkah mitigasi proaktif dan respons cepat otoritas penerbangan demi menjamin keselamatan. Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) telah menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) yang menginstruksikan penutupan sementara bandara-bandara tersebut hingga pukul 18.00 WIB pada Senin, 7 September.

Dampak erupsi ini sangat signifikan, melumpuhkan sekitar 2.300 penerbangan dan mengganggu perjalanan 270.337 penumpang selama tiga hari, dari Sabtu hingga Senin. Sebaran abu vulkanik teramati bergerak ke arah barat, mencakup sebagian Banten, Jawa Barat bagian barat-selatan, Lampung, Bengkulu, serta perairan sekitarnya dan Samudra Hindia.

Merespons gangguan ini, banyak penumpang terpaksa mencari alternatif transportasi. Jalur darat dengan menyeberangi Selat Sunda, dari Pelabuhan Bakauheuni, Lampung Selatan menuju Pelabuhan Merak, Banten, menjadi pilihan utama. BMKG juga memastikan jalur penyeberangan Selat Sunda berada dalam kondisi aman dengan probabilitas tsunami rendah.

Bagi para pelancong Indonesia, berita ini menegaskan pentingnya memantau informasi terkini dari otoritas penerbangan dan BMKG sebelum bepergian, terutama ke atau dari wilayah terdampak. Siapkan rencana cadangan perjalanan, seperti jalur darat atau laut, jika Anda memiliki jadwal penerbangan di sekitar area Jawa dan Sumatra yang rentan terhadap dampak erupsi.

Berita lainnya