Kabut Asap dari Indonesia Ganggu Pariwisata Malaysia, Turis Batalkan Perjalanan
Minggu, 25 Oktober 2026 · 15.35 WIB
Kuala Lumpur, Malaysia, menghadapi dampak serius pada sektor pariwisatanya akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut. Sejumlah operator perjalanan melaporkan adanya pembatalan tur dan penurunan pemesanan yang signifikan menjelang bulan November 2026. Polusi udara parah mengurangi jarak pandang di berbagai objek wisata, sekaligus mengganggu aktivitas harian masyarakat.
Wisatawan asal Sydney, Australia, Cathy Hamilton, mengungkapkan kesulitan memotret Menara Kembar Petronas dan Merdeka 118 di Kuala Lumpur karena terhalang kabut. Ia juga merasakan gangguan pernapasan akibat kualitas udara yang buruk.
Pada Senin, 20 Oktober 2026, Kuala Lumpur, Singapura, dan Jakarta tercatat sebagai tiga dari sepuluh kota besar dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia. Data ini berdasarkan pemantauan IQAir. Kondisi tersebut juga mendorong penutupan sekolah di beberapa wilayah Malaysia dan menyebabkan penurunan aktivitas perdagangan di Chinatown, Kuala Lumpur.
Bagi para pelaku perjalanan dari Indonesia, situasi kabut asap di Malaysia ini menjadi peringatan penting. Wisatawan diimbau untuk memantau informasi kualitas udara terkini sebelum merencanakan atau melanjutkan perjalanan ke negara tetangga. Pembatalan perjalanan atau perubahan rencana mungkin diperlukan demi kesehatan dan kenyamanan.
Berita lainnya
-
8 November 2026 · Asia
Thailand Perketat Aturan Visa, Bebas Visa Turis Indonesia Kini 30 Hari
-
8 November 2026 · Indonesia
Citilink Buka Rute Belitung-Bali via Jakarta Mulai 15 November
-
8 November 2026 · Indonesia
Super Air Jet Buka Rute Baru Bandung-Padang, Akses ke Balikpapan Terhubung
-
7 November 2026 · Asia
Phu Quoc Vietnam Gencarkan Wisata Ramah Muslim, Sasar Traveler Indonesia
-
7 November 2026 · Asia
Aturan Imigrasi Baru China: Otoritas Berhak Periksa Data Elektronik