AS Cabut Lebih dari 300.000 Visa, Pengetatan Imigrasi Berlanjut
Rabu, 21 Oktober 2026 · 12.24 WIB
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengonfirmasi pencabutan lebih dari 300.000 visa sejak Presiden Donald Trump kembali menjabat. Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Konsuler, Mora Namdar, menyatakan melalui platform media sosial X bahwa jumlah visa yang dicabut terus bertambah.
Pesan tegas dari pemerintah AS kepada para pemegang visa adalah untuk mematuhi hukum negara tersebut atau kehilangan hak istimewa untuk bepergian ke Amerika Serikat. Kebijakan ini selaras dengan prioritas utama pemerintahan Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dalam melindungi negara dan rakyat Amerika.
Gedung Putih menambahkan bahwa pemerintahan Trump telah mencabut lebih banyak visa dengan laju yang lebih cepat dibandingkan pemerintahan mana pun dalam sejarah. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, menjelaskan bahwa pencabutan ini menyasar warga negara asing yang terlibat dalam kegiatan ilegal, melakukan penipuan, atau mengancam keamanan nasional.
Bagi traveler Indonesia, perkembangan ini berarti perlunya kehati-hatian ekstra dan kepatuhan mutlak terhadap hukum dan peraturan imigrasi Amerika Serikat. Penegakan hukum yang lebih ketat dapat memengaruhi proses pengajuan visa maupun status visa yang sudah dimiliki, sehingga calon maupun pemegang visa disarankan untuk selalu memantau informasi resmi dari otoritas AS.
Berita lainnya
-
8 November 2026 · Asia
Thailand Perketat Aturan Visa, Bebas Visa Turis Indonesia Kini 30 Hari
-
8 November 2026 · Indonesia
Citilink Buka Rute Belitung-Bali via Jakarta Mulai 15 November
-
8 November 2026 · Indonesia
Super Air Jet Buka Rute Baru Bandung-Padang, Akses ke Balikpapan Terhubung
-
7 November 2026 · Asia
Phu Quoc Vietnam Gencarkan Wisata Ramah Muslim, Sasar Traveler Indonesia
-
7 November 2026 · Asia
Aturan Imigrasi Baru China: Otoritas Berhak Periksa Data Elektronik