Pelarian Singkat ke Surga Tropis: Perjalanan Sehari Papsky dan Bunsky di Pulau Pari
Oleh Papsky & Bunsky · 16 Juli 2026 · 3 menit baca · 📍 Pulau Pari, Kepulauan Seribu
Perjalanan one day trip selalu menjadi pilihan tepat untuk rehat sejenak dari hiruk-pikuk kota. Kali ini, langkah membawa Papsky dan Bunsky menuju sebuah surga kecil di gugusan Kepulauan Seribu: Pulau Pari.
Pagi yang Memanggil di Marina Ancol
Petualangan dimulai dari dermaga Marina Ancol. Dengan deru mesin speedboat yang membelah ombak, perjalanan laut ini menyajikan pemandangan gradasi air laut yang perlahan berubah dari pekat menjadi kebiruan seiring menjauhnya daratan Jakarta. Angin laut yang segar menjadi salam pembuka yang sempurna untuk memulai hari libur.
Sambutan Hangat dan Nyamannya Homestay
Setibanya di dermaga Pulau Pari, suasana tenang khas pulau langsung terasa. Kedatangan Papsky dan Bunsky disambut langsung oleh Pak Ujang, sosok ramah yang merupakan pengelola sekaligus pemilik homestay setempat.
Akomodasi di Pulau Pari sebenarnya sangat banyak dan mudah ditemukan di sepanjang jalan paving block. Sepenglihatan selama di sana, tipe penginapan umumnya seragam berupa homestay yang dikelola langsung oleh warga setempat. Tinggal pilih mana bangunan yang paling disuka. Harganya pun tidak ada patokan kaku, semua tergantung tawar-menawar, rata-rata berkisar antara Rp 200.000 sampai Rp 300.000 per malam per kamar.
Homestay milik Pak Ujang rupanya sangat bersih dan terawat. Setibanya di sana, Papsky dan Bunsky memutuskan untuk beristirahat sejenak meluruskan kaki setelah perjalanan laut, sembari menunggu masakan disiapkan oleh tuan rumah.
Bagi yang tidak mau repot urusan perut, pengunjung bisa mengambil paket sekalian makan dengan biaya tambahan Rp 60.000 per hari (Sarapan Rp 10.000, Makan Siang Rp 25.000, dan Makan Malam Rp 25.000). Jika ingin suasana yang lebih menyatu dengan alam, ada pilihan camping atau mendirikan tenda di Pantai Pasir Perawan. Biaya per malamnya cukup Rp 15.000 untuk sewa tempat jika membawa tenda sendiri, atau Rp 80.000 jika ingin sekalian menyewa tenda beserta tempatnya.
Bagi yang berniat liburan dan mencari tempat menginap, homestay tempat Papsky dan Bunsky bersinggah sangat direkomendasikan. Silakan hubungi langsung Pak Ujang di nomor HP: 0815 814 5924.
Sajian Laut Penggugah Selera di Homestay
Setelah urusan penginapan selesai, aroma harum masakan yang baru matang mulai tercium. Beragam pesanan aneka seafood segar racikan homestay akhirnya siap tersaji. Papsky dan Bunsky pun menikmati hidangan tersebut langsung di area homestay. Olahan hasil tangkapan laut dengan bumbu khas pesisir ini menghadirkan cita rasa yang cukup lezat. Daging ikan yang manis sukses mengisi kembali energi untuk agenda eksplorasi pulau selanjutnya.
Mengayuh Sepeda Menjelajahi Tiga Pantai
Cara terbaik menikmati pesona Pulau Pari secara intim adalah dengan bersepeda. Mengayuh perlahan menyusuri jalanan kecil, Papsky dan Bunsky menjelajahi tiga spot pantai andalan yang ada di pulau ini. Perjalanan menyusuri pasir putih yang bersih di Pantai Pasir Perawan, berlanjut menikmati suasana tenang di Pantai Kresek, hingga diakhiri dengan bersantai menikmati semilir angin di Pantai Bintang (Star Beach). Rimbunnya pepohonan serta ketenangan suasana perkampungan warga menjadi harmoni yang menenangkan sepanjang kayuhan pedal.
Menyelinap ke Ketenangan Mangrove
Puas berkeliling daratan dari pantai ke pantai, saatnya menyapa perairan tenang di kawasan konservasi. Sebuah perahu kayu tradisional membawa mereka menyusuri kawasan hutan mangrove yang asri di Pulau Pari. Suara air yang terbelah oleh lunas perahu dan pemandangan hijau rimbun dari deretan akar bakau menciptakan suasana syahdu, seakan waktu sedang berjalan lebih lambat di tempat ini.
Perjalanan Pulang Melintasi Gugusan Kepulauan
Saat sore mulai menyapa, tibalah waktunya untuk kembali ke ibu kota. Perjalanan pulang menggunakan speedboat kali ini terasa lebih berwarna karena rute yang diambil berkesempatan melewati pulau-pulau lain, termasuk Pulau Pramuka. Gugusan daratan kecil di tengah lautan itu menjadi pemandangan epik sebelum kapal akhirnya kembali bersandar dengan selamat di dermaga Marina Ancol.
Sebuah perjalanan yang terbilang singkat, namun sangat cukup untuk mengisi ulang jiwa dengan ketenangan, laut yang biru, dan kenangan manis di Pulau Pari.
Ditulis oleh Papsky & Bunsky
Suami istri yang menjelajah peta sambil terus mencari yang halal. Satu menyusun rencananya, satu memimpin jalannya, dua-duanya suka pesan berlebihan.
Tentang kami →Lanjut jalan-jalan
Syahdunya Perjalanan Bulan Madu: Dari Kaki Gunung hingga Gemericik Sungai
Bulan madu ternyata tidak harus menyeberang pulau. Tiga perhentian di Jawa Barat: satu balkon yang menghadap Gunung Guntur, satu rumah kayu yang bisa dibuka lebar-lebar, dan satu villa yang halamannya dialiri sungai berbatu.
📍 Garut & Bandung, Jawa Barat