Logo The Papbunsky Journey The Papbunsky Journey Travel · Taste · Together
← Semua berita
Global

Pertumbuhan Pariwisata Global Melambat di Paruh Pertama 2026

Rabu, 30 September 2026 · 12.14 WIB

Ilustrasi: Pertumbuhan Pariwisata Global Melambat di Paruh Pertama 2026
Ilustrasi. Bukan foto peristiwa yang diberitakan.

Data terbaru dari Organisasi Pariwisata PBB (UN Tourism) menunjukkan bahwa pariwisata internasional mengalami pertumbuhan melambat signifikan pada paruh pertama tahun 2026. Tercatat hanya ada kenaikan 0,4 persen dalam jumlah kedatangan turis global, dengan total sekitar 690 juta wisatawan bepergian antarnegara antara Januari hingga Juni 2026.

Angka ini hanya tiga juta lebih banyak dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan dua persen pada kuartal pertama diikuti penurunan satu persen pada kuartal kedua, termasuk penurunan tiga persen pada bulan April. UN Tourism mengaitkan perlambatan ini sebagian besar dengan waktu Paskah yang jatuh pada bulan Maret tahun ini, dampak konflik di Timur Tengah, serta gangguan konektivitas udara dan kenaikan harga tiket pesawat.

Secara regional, Afrika mencatat pertumbuhan empat persen dan Eropa tiga persen. Namun, Asia dan Pasifik hanya tumbuh satu persen, dengan jumlah kedatangan masih 11 persen di bawah level tahun 2019. Asia Tenggara sendiri mengalami penurunan satu persen dibandingkan paruh pertama 2025, bahkan turun lima persen pada bulan Juni.

Sekretaris Jenderal UN Tourism, Shaikha Al Nuwais, menyatakan bahwa sektor ini sedang menyerap tekanan nyata dan mencari jalan ke depan. "Pariwisata belum berhenti tumbuh, tetapi pertumbuhannya rapuh," ujarnya. Situasi di Timur Tengah telah memengaruhi destinasi jauh di luar wilayah tersebut, menjadi pengingat akan pentingnya membangun ketahanan di mana pun.

Dengan data ini, UN Tourism kini memangkas perkiraan pertumbuhan kedatangan turis internasional untuk sepanjang tahun 2026 menjadi hanya 1-2 persen, dari proyeksi awal 3-4 persen. Proyeksi akhir akan sangat bergantung pada durasi konflik dan dampaknya terhadap harga minyak serta inflasi.

Wisatawan diperkirakan akan lebih fokus pada nilai uang, dengan biaya perjalanan yang tinggi dan ketidakpastian mendorong lebih banyak perjalanan domestik atau ke destinasi yang lebih dekat.

Berita lainnya